Akibat tekanan angin ban kurang atau lebih dari normal ?

Nitro Pratama Nitrogen service Indonesia

Jika tekanan dibawah normal, otomatis tapak ban menjadi lebih lebar. Karena angin yang kurang tidak mampu mengembangkan karet ban secara maksimal. sehingga beban dari atas akan menekan ban yang membuat karet menggeliat kearah samping. Akibatnya, mobil jadi lebih berat dan efisiensi juga power kendaraan akan menurun.

Selain itu, bagian samping ban akan lebih cepat aus karena arah inflasi ban saat tekanannya kurang mengarah kesamping. Ini akan membuat bagian samping ban lebih menonjol daripada bagian tengahnya.

 

Tapi jika tekanan angin ban berlebihan juga tidak baik untuk pengemudian.

 

Alasannya, tekanan angin yang teralu besar membuat tekstur ban menjadi lebih keras. Ini akan mengurangi daya cengkram sekaligus daya serap getaran pada ban. Sehingga akan berefek pada pengemudian yang tidak nyaman karena getaran jalan tidak terserap dengan baik oleh roda. Jika anda melewati area jalan licin, ini berpotensi terjadi selip apalagi jika mobil anda tidak dilengkapi ABS pastinya akan rawan.

 

Oleh sebab itu, lakukan pengecekan tekanan angin minimal sekali sebulan atau ketika akand dibawa pergi jauh. Anda bisa melakukan pengecekan ini pada tukang tambah angin dipinggir jalan atau jika anda bisa membeli tire pressure gauge. Harga alat ini juga tidak terlalu mahal, berkisar 70 hingga 150 ribu perunit.

Tips Menjaga Tekanan Angin Ban Mobil

 

1.Lihat beban mobil anda

 

Hal penting saat mengecek tekana n angin, jangan berpatokan hanya pada tekanan normal yang diijinkan ban. Tapi perhatikan berapa beban kendaraan anda, jika anda hanya berkendara maksimal 4 orang penumpang dengan barang bawaan yang ringan maka tekanan normal sudah cukup baik. Tapi jika anda akan membawa hingga 7 orang penumpang atau membawa barang berat anda bisa menambahkan 2-3 PSI pada tiap ban mobil.

 

  1. Jangan membawa beban melebihi kapasitas ban

 

Biasanya pada ban tertera berapa berat maksimal yang mampu ditanggung. Jika mobil anda memiliki curb wieght 150 Kg dan ban mobil tertera max weight 220 Kg, maka anda tidak boleh membawa beban tambahan melebihi 700 Kg.

 

  1. Saat mengisi angin, pastikan kondisi ban dan roda dingin

 

Ini karena udara panas akan meningkat tekanannya. Sehingga jika kita lakukan pengecekan dan pengisian tekanan angin saat suhu roda masih panas maka pengukurannya tidak akurat. Imbasnya jika kita tetap mengisinya maka saat ban dingin, tekanan anginnya akan menurun dan kita perlu mengisinya kembali.

 

Namun beda halnya jika anda menggunakan Nitrogen, gas ini lebih stabil meski suhu ban terlalu tinggi. Tapi jika ban mobil anda menggunakan nitrogen, jangan mencampurnya dengan angin biasa karena memiliki sifat dan karakter yang berbeda.

 

  1. Jangan sepelekan tutup niple ban

 

Ini yang sering luput dari perhatian, meski bentuknya kecil komponen ini juga tidak kalah penting fungsinya. Karena akan menjaga niple ban tetap aman. Justru jika tidak ada tutup ini, partikel dari luar bisa merusak niple dan membuat angin ban bocor. Selain itu jika ada polisi juga akan ditilang.

Jika tutup niple hilang, anda bisa menggantinya dengan tutup-tutup niple yang memiliki bentuk yang menarik, sehingga akan menambah nilai estetika pada mobil anda. Tapi, jika mobil anda menggunakan nitrogen tutup niple juga harus berwarna hijau. Ini sudah aturannya, jika tidak maka  bisa saja saat anda menyervis kendaraan dibengkel teknisi akan mengisi ban dengan angin biasa karena tutupnya bukan berwarna hijau.

 

Demikian artikel lengkap mengenai tekanan angin ban mobil standar yang normal, semoga bisa menambah wawasan kita dan bermanfaat bagi kita semua.

 

Nitro Pratama Nitrogen service Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


*