Saat Ganti Ban Baru, Ganti Satu Atau Semua?

Nitro Pratama Nitrogen service Indonesia

Sahabat Nitrogen Biru– Mungkin di antara Anda ada yang masih bingung saat mengganti ban mobil ketika ada salah satu ban sudah tipis atau rusak, yaitu apakah cukup mengganti satu ban yang rusak atau dua atau lebih?

Untuk ban modern seperti saat ini, keempat ban memiliki tugas dan performa yang sama, yaitu untuk berakselerasi, mengerem dan menikung, sehingga dibutuhkan ban yang memiliki kemampuan yang merata untuk keempatnya. Alasannya adalah, ban yang memiliki kemampuan merata akan lebih seimbang dan lebih mudah diprediksi performanya saat melakukan manuver tertentu. Jika ada satu atau lebih ban memiliki kemampuan yang berbeda dari yang lain, maka karakteristik traksi bisa berbeda-beda dan performa mobil menjadi tidak seimbang.

Menurut mekanik di sebuah bengkel ban terkenal di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, ban baru biasanya memiliki kedalaman tapak berkisar antara 10/32 hingga 12/32 (5/16 hingga 3/8) inci. Jika ada mobil yang tapak bannya terkikis hanya 2/32 atau hingga 4/32 inci dari kedalaman saat baru, mungkin tidak apa untuk mengganti hanya ban yang rusak.

Namun demikian, ada pengecualian. Beberapa produsen mobil dengan sistem penggerak empat roda (all-wheel-drive) merekomendasikan keempat roda harus diganti bersamaan, bukan hanya satu atau dua. Pasalnya, satu ban baru punya diameter lebih besar ketimbang ban lainnya yang sudah lama. Ban yang sudah lebih aus akan berputar lebih cepat dibandingkan ban yang baru, dan perbedaan ketebalan tapak itu dapat menyebabkan sistem all-wheel-drive akan aktif di permukaan jalan kering dan juga berpotensi merusak sistem. Padahal, sejatinya sistem penggerak empat roda ini akan berfungsi optimal di permukaan jalan basah dan licin.

Pada kendaraan dengan sistem all-wheel-drive, katanya, keempat rodanya idealnya harus diganti bersamaan sehingga keempat roda itu memiliki daya cengkeram dan traksi yang sama, selain juga punya diameter yang sama.

Sedangkan pada mobil dengan sistem gerak roda depan atau belakang, panduan di atas sebaiknya juga diterapkan. Jika tapak sudah terkikis pada semua roda, dengan hanya mengganti satu ban akan membuat satu ban akan berputar lebih lambat ketimbang lainnya, sehingga kemungkinan akan mengirimkan sinyal yang salah kepada kontrol traksi dan antilock braking systems. Selain itu, salah satu ban akan bereaksi lebih lambat atau cepat saat akselerasi, mengerem dan menikung ketimbang tiga ban lainnya.

Untuk mobil penggerak dua roda, lebih baik mengganti dua ban pada as roda yang sama. Tapi pendekatan terbaiknya adalah mengganti semua ban jika tapak ban lama sudah sedemikian aus.

Mekanik tersebut juga menyarankan jika membeli satu ban baru sebaiknya pilih yang merek, model dan pola tapaknya sama dengan tiga lainnya. Perbedaan model dan merek ban akan memicu perbedaan pada daya cengkeram dan putaran roda (rpm), yang akan berakibat pada tingkat keausan yang berbeda pula.

Ia juga merekomendasikan untuk menempatkan ban baru di belakang. Jika ban baru diletakkan di depan, ban aus di belakang akan rentan mengalami hydroplaning, yang membuat mobil rentan ngepot di tikungan. [yog]  Sumber berita (RAJAMOBIL.com)

 

Salam Sahabat Nitrogen Biru

Nitro Pratama Nitrogen service Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


*